Opo-Opo Ono

Opo-Opo Ono

Share

Jualan Apa Saja Ada

19/09/2026

DEMOKRASI KITA BISA DIBELI OLEH KEKUATAN EKONOMI BESAR?! ❓

❗KALAU YANG DIBELI ATAU DISUAP MENOLAK, MAKA ITU TIDAK AKAN TERJADI!!! ❗

Demokrasi bisa dibajak dengan uang? Bisa saja.

❓Tapi ada satu pertanyaan sederhana: kalau yang hendak disuap menolak, bukankah transaksi suap itu berhenti sebelum dimulai?

Prabowo mengingatkan bahwa demokrasi bisa dibajak oleh kekuatan ekonomi besar melalui uang, termasuk untuk menyogok pejabat, aparat, jaksa, hakim, bahkan politisi. Setuju.

Tetapi jangan sampai kita hanya sibuk mencari “orang kaya jahat” sebagai kambing hitam.

❗Kalau ada yang menawarkan suap, harus dihukum. Kalau ada yang menerima, juga harus dihukum. Dan kalau ada pejabat yang sengaja membuat proses atau aturan menjadi berbelit agar masyarakat akhirnya “terpaksa” mencari jalan belakang, itu juga harus dibongkar—tentu berdasarkan bukti, bukan sekadar tuduhan.

❗Hong Kong memberi contoh menarik. Di sana pemberi suap juga dapat dipidana.

Bahkan pada Maret 2026, 13 orang tua dan seorang perantara dijatuhi hukuman penjara karena menawarkan suap untuk mendapatkan prioritas masuk sekolah.

❗Jadi logikanya sederhana: jangan hanya mengejar tangan yang membawa uang. Periksa juga tangan yang menerima—dan sistem yang membuat orang merasa bahwa tanpa uang, urusan tidak akan berjalan.

❗Kalau benar ingin membersihkan demokrasi, gunakan “hukum terbalik”: telusuri uangnya, laporkan pemberinya, tangkap penerimanya, dan bongkar mekanisme yang memungkinkan transaksi itu terjadi.

❗Karena kadang masalahnya bukan cuma “siapa yang membeli”, tetapi juga “siapa yang bersedia menjual”.

❗Demokrasi tidak cukup dijaga dengan pidato. Ia dijaga ketika suap ditolak, pemberi ditindak, penerima dihukum, dan aturan tidak sengaja dibuat berliku untuk membuka pintu transaksi gelap.

19/09/2026

PENCIPTA KETAKUTAN DENGAN CIPTAANNYA SENDIRI

❗Ironis. Para ilmuwan yang mengembangkan AI justru mulai takut pada ciptaannya sendiri.

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah munculnya “recursive self-improvement”: AI membantu memperbaiki dan mengembangkan AI yang lebih canggih, lalu sistem baru itu kembali membantu membuat sistem yang lebih canggih lagi.

Apakah ini berarti AI akan segera memusnahkan manusia? Belum.

AI saat ini memang sudah mampu membantu mempercepat pengembangan AI, tetapi belum terbukti mampu melakukan perbaikan diri secara mandiri tanpa kendali manusia seperti yang dikhawatirkan.

Namun kekhawatirannya tetap logis. Masalahnya bukan semata-mata AI menjadi “jahat”, melainkan kemampuan AI berkembang lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk memahami, mengendalikan, dan mengamankannya.

❗Kalau penciptanya sendiri mengatakan belum memiliki rencana ilmiah yang memadai untuk menghadapi risiko tersebut, tentu ini layak diperhatikan.

❗Teknologi seharusnya membuat manusia semakin berkuasa atas masa depan—bukan menciptakan sesuatu yang suatu hari justru membuat manusia kehilangan kendali.

18/09/2026

40 PABRIK BAJA TIONGKOK TIDAK BAYAR PAJAK?
ATAU PAJAKNYA DIBAYAR, TAPI ADA YANG “MEMAINKAN”?

Jangan buru-buru menyalahkan orang asing.

❗Purbaya Yudhi Sadewa sendiri tidak mengatakan 40 pabrik baja Tiongkok sama sekali tidak membayar pajak.

❗Yang dipersoalkan adalah kewajiban yang diduga tidak dibayar penuh, bahkan muncul kecurigaan adanya oknum DJP yang bermain.

Pertanyaannya sederhana:
Kalau perusahaan asing sebesar itu beroperasi terang-terangan di Indonesia, siapa yang mengawasi?

Dan ini bukan sekadar teori.

Pada Juni 2026, pengusaha/investor asal Inggris Martyn Terpilowski menceritakan pengalamannya mengenai praktik di Indonesia. Salah satu klaim yang beredar adalah adanya pilihan antara tagihan pajak US$100 ribu atau pembayaran suap US$20 ribu, dan ia kemudian memilih Singapura.

Belum lagi kasus-kasus korupsi pajak yang memang pernah masuk pengadilan. Dalam perkara Jhonlin, misalnya, jaksa mendakwa adanya suap SGD 3,5 juta kepada sejumlah pejabat dan pemeriksa pajak untuk merekayasa penghitungan pajak.

Jadi jangan terlalu cepat membuat narasi:
“Orang Asing itu tidak mau bayar pajak!”

Bisa jadi mereka memang punya kewajiban yang belum dibayar penuh.

❓Tetapi kalau ada permainan di baliknya, pertanyaan berikutnya:
❗Siapa yang membantu mereka membayar lebih sedikit?

❗Karena perusahaan asing tidak punya tombol ajaib untuk mengurangi pajak sendiri.

❗Kalau ada “jalan belakang”, biasanya ada orang dalam yang membuka pintunya.

Dan di sinilah kita perlu introspeksi.

❗Pengusaha lokal saja kadang baru mau membuka usaha sudah disambut dengan “uang rokok, jatah preman, pelicin dan sebagainya".

Investor asing masuk membawa modal besar?

❗Masa kita mau percaya mereka hidup di Indonesia tanpa pernah bertemu londo-londo ireng yang menawarkan “solusi”?

Kalau terbukti perusahaan mengemplang, tagih!

Kalau terbukti oknum pajak atau bea cukai bermain, tangkap!

Jangan cuma ikan yang dituduh.
Tangkap juga pemancingnya.

Sebab yang paling memalukan bukan ketika orang asing mencoba mencari celah.

❗Yang lebih memalukan adalah ketika orang Indonesia sendiri yang menyediakan celahnya.

Menyalahkan asing itu mudah.
Membersihkan rumah sendiri memang lebih sulit.
Tapi justru itulah yang namanya introspeksi.

16/09/2026

“DIBAYAR, SELESAI. JANGAN IKUTI ATURAN INDONESIA.”

❓Kalimat yang membuat kita tersinggung?

❓Atau justru kalimat yang seharusnya membuat kita malu?

Purbaya mengungkap ucapan dari pihak perusahaan asing: “Nggak ada gunanya kita ikuti peraturan Indonesia. Orang Indonesia nggak akan bisa berubah. Dibayar, selesai.”

❓Mengapa marah kepada mereka?

❗Kalau praktik suap dan permainan aturan memang masih bisa terjadi, bukankah masalahnya justru ada di dalam rumah kita sendiri?

❗Aturan dibuat untuk ditaati, tetapi kalau aparatnya bisa dibeli, hukum akhirnya cuma menjadi barang dagangan.

Dan kalau kita benar-benar ingin membantah ucapan itu, caranya sederhana:
❗Buktikan bahwa pejabat Indonesia tidak bisa dibeli.

❗Buktikan bahwa hukum Indonesia tidak bisa dipermainkan.

❗Buktikan bahwa uang tidak bisa mengalahkan aturan.

❗Jangan sibuk tersinggung karena orang luar mengatakan sesuatu yang pahit.

❗Jadikan itu cambuk. Karena yang harus kita benahi bukan mulut mereka, tetapi mentalitas di dalam rumah kita sendiri.

10/09/2026

DENDA 111 MILIAR AKIBAT 87 SISWA DIARE SETELAH SANTAP MBG

87 siswa di Taipei mengalami diare setelah menyantap makan siang program makanan bergizi gratis.

Respons pemerintah Taiwan? Langsung bergerak.
❗Penyedia makanan dihentikan operasionalnya, kontraknya diputus, dapurnya diperiksa dan ditemukan 5 masalah sanitasi.
❗Jika terbukti sebagai kasus keracunan makanan, dendanya bisa mencapai NT$200 juta atau sekitar Rp111,4 miliar.

Bandingkan dengan Indonesia. Kasus gangguan kesehatan akibat MBG sudah berulang dan korbannya bahkan mencapai ribuan dalam beberapa kejadian terbaru. Namun pertanyaannya: seberapa tegas sanksi terhadap penyedia yang lalai?

❗Di Taiwan, 87 siswa diare → penyedia langsung dihentikan dan terancam denda ratusan miliar.

Mungkin yang perlu kita tanyakan bukan hanya “makanannya gratis atau tidak?”
Tetapi: kalau keselamatan anak dipertaruhkan, apakah sanksinya juga harus “gratis”?

09/09/2026

ENAM GUNUNG ERUPSI BERSAMAAN.
LALU MUNCUL TUDINGAN: “HAARP?”

❓Benarkah Indonesia sedang menjadi sasaran senjata HAARP?

Belakangan muncul dugaan bahwa aktivitas beberapa gunung berapi di Indonesia yang terjadi hampir bersamaan berkaitan dengan HAARP—High-frequency Active Auroral Research Program.

Tapi mari kita kesampingkan dulu soal gunung berapinya.

Kita bahas satu hal yang lebih penting:

❓SEBENARNYA HAARP ITU APA?

HAARP memang benar-benar ada.

Fasilitas ini berada di Alaska dan sekarang dioperasikan oleh University of Alaska Fairbanks. HAARP memiliki 180 antena pemancar radio frekuensi tinggi dan mampu memancarkan sekitar 3,6 megawatt ke ionosfer.

Tetapi di sinilah sering terjadi salah pengertian.

HAARP BUKAN MERIAM.
HAARP BUKAN BOM.
HAARP BUKAN MESIN PEMICU GEMPA.

HAARP bekerja dengan memancarkan gelombang radio ke bagian atas atmosfer, khususnya ionosfer, untuk mempelajari bagaimana wilayah tersebut bekerja dan bagaimana pengaruhnya terhadap komunikasi radio serta fenomena di dekat ruang angkasa.

❓Lalu apakah HAARP bisa membuat GEMPA?

❗Sampai saat ini:
TIDAK ADA BUKTI ILMIAH yang menunjukkan HAARP mampu menciptakan gempa bumi.

Bahkan ketika teori HAARP kembali viral setelah gempa besar di berbagai negara, para ahli geofisika dan lembaga pemeriksa fakta berulang kali menyatakan klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah.

Associated Press, misalnya, mengutip ahli seismologi bahwa energi gempa jauh lebih besar daripada energi yang dihasilkan sistem HAARP.

❗Dan ada persoalan fisika yang sangat sederhana: HAARP MEMANCARKAN ENERGI KE ATAS.

Gempa terjadi karena proses fisik di dalam kerak bumi.

Jadi bagaimana gelombang radio yang diarahkan ke ionosfer bisa tiba-tiba menggerakkan lempeng tektonik jauh di bawah tanah?

Tidak ada mekanisme fisika yang terbukti untuk itu.

❓LALU BISA KAH HAARP MERUNTUHKAN GEDUNG?

Tidak ada bukti bahwa HAARP mempunyai kemampuan tersebut.

Gelombang radio HAARP dirancang untuk memengaruhi wilayah kecil ionosfer secara sementara.

Bukan untuk mengarahkan energi penghancur ke sebuah gedung.

❓APAKAH HAARP BISA MENGHANCURKAN GUNUNG?
Juga tidak ada bukti ilmiahnya.

Gunung berapi menyimpan energi geologis yang sangat besar di dalam bumi.

Untuk mengubah tekanan magma, rekahan batuan, dan sistem vulkanik diperlukan proses fisik yang sangat berbeda dari pemanasan kecil dan lokal pada ionosfer.

Jadi…HAARP ITU NYATA.

❗TETAPI KEMAMPUAN “MENGHANCURKAN BUMI” YANG SERING DITUDUHKAN KEPADANYA TIDAK TERBUKTI.

Ini penting dibedakan.

Kita boleh kritis terhadap pemerintah.
Kita boleh mempertanyakan kepentingan militer Amerika.
Kita boleh mempertanyakan teknologi canggih.

Tetapi mempertanyakan sesuatu tidak berarti kita boleh mengabaikan hukum fisika.

Kalau ada yang mengatakan:

“HAARP bisa membuat gempa.”

“HAARP bisa memicu gunung meletus.”

“HAARP bisa meruntuhkan gedung.”

❓Maka pertanyaan sederhananya adalah:
MANA BUKTI EKSPERIMENNYA?
MANA MEKANISME FISIKNYA?
MANA DATA ILMIAH YANG BISA DIVERIFIKASI?

Karena sesuatu yang terdengar misterius belum tentu benar.

Dan sesuatu yang kebetulan terjadi bersamaan belum tentu memiliki hubungan sebab-akibat.

ENAM GUNUNG ERUPSI BERSAMAAN memang menarik untuk dibahas.

Tetapi menghubungkannya langsung dengan HAARP membutuhkan bukti jauh lebih kuat daripada sekadar “terjadi pada waktu yang sama”.

Jangan sampai…
ALAM BELUM SELESAI MEMBERI PENJELASAN,
KITA SUDAH MENUDUH ADA TANGAN ASING DI BALIKNYA.

HAARP itu nyata.
Konspirasi tentang kemampuan supernya belum terbukti.

Skeptis kepada pemerintah boleh.
Skeptis kepada Amerika boleh.
Tetapi skeptis juga terhadap informasi yang kita percaya.

JANGAN HANYA BERTANYA,
“SIAPA YANG MUNGKIN MELAKUKANNYA?”

TANYAKAN JUGA,
“APA BUKTINYA?”

09/09/2026

❗KALAU SEMUA KONGLOMERAT INDONESIA MEMINDAHKAN KEKAYAANNYA KE LUAR NEGERI, APA INDONESIA BISA KOLAPS?

Bayangkan skenario ekstrem: keluarga-keluarga konglomerat besar Indonesia tiba-tiba menjual asetnya di dalam negeri, menukar rupiah menjadi dolar, lalu memindahkan uangnya ke Singapura, Amerika, Australia, atau negara lain.

Apa yang terjadi?

Menurut Forbes, total kekayaan 50 orang/keluarga terkaya Indonesia mencapai sekitar US$306 MILIAR atau lebih dari Rp5.000 TRILIUN.

Sementara cadangan devisa Indonesia sekitar US$146,5 MILIAR.

Tapi ingat: kekayaan US$306 miliar bukan berarti uang tunai yang bisa langsung ditarik. Sebagian besar berupa saham, perusahaan, properti, tambang dan aset lainnya.

Namun mari kita buat SIMULASI EKSTREM.

Jika misalnya 20% kekayaan tersebut benar-benar dipindahkan ke luar negeri:

US$61 MILIAR ≈ Rp1.070 TRILIUN.

❗Dampak yang mungkin terjadi:

💥 Permintaan dolar melonjak
💥 Rupiah mendapat tekanan besar
💥 IHSG berpotensi jatuh karena aksi jual aset
💥 Investor asing bisa ikut panik
💥 BI mungkin harus menggunakan cadangan devisa
💥 Suku bunga berpotensi naik untuk mempertahankan stabilitas rupiah
💥 Investasi dan ekspansi perusahaan bisa tertunda
💥 Pertumbuhan ekonomi melemah

❗Kalau yang keluar mencapai 50%?

Nilainya sekitar US$153 MILIAR atau lebih dari Rp2.600 TRILIUN.

Angka ini bahkan lebih besar daripada cadangan devisa Indonesia saat ini.

Dalam skenario yang sangat ekstrem, masalahnya bukan lagi sekadar "orang kaya membawa uang keluar".

Yang berbahaya adalah efek berantai:

KONGLOMERAT KELUAR
↓
RUPIAH TERTEKAN
↓
INVESTOR PANIK
↓
CAPITAL OUTFLOW
↓
DOLAR MAKIN DIBURU
↓
RUPIAH MAKIN MELEMAH
↓
BI HARUS STABILISASI
↓
KREDIT & INVESTASI MELAMBAT
↓
EKONOMI TERTEKAN

Namun apakah Indonesia otomatis bangkrut? BELUM TENTU.

Indonesia sekarang memiliki cadangan devisa besar dan sistem keuangan yang jauh lebih kuat dibanding era krisis 1997–1998. Cadangan devisa Agustus 2026 bahkan masih cukup untuk membiayai lebih dari lima bulan impor.

Jadi yang paling berbahaya bukan satu keluarga memindahkan uang ke luar negeri.

❗Yang berbahaya adalah jika TERJADI BERSAMAAN dan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap rupiah dan sistem keuangan Indonesia.

Karena dalam krisis keuangan, yang paling cepat menyebar bukan uang...

❗TAPI KEPANIKAN.

⚠️ CATATAN:
Ini hanyalah SIMULASI dan prediksi berdasarkan asumsi ekonomi ekstrem, bukan kenyataan dan bukan prediksi bahwa seluruh konglomerat Indonesia benar-benar akan memindahkan kekayaannya ke luar negeri. Kekayaan bersih juga tidak sama dengan uang tunai yang dapat langsung dipindahkan.

07/09/2026

“POLISINYA KORUP?!
INI YANG DILAKUKAN PRESIDEN!”

Bukan sekadar mutasi.

Bukan sekadar membuat spanduk “Stop Korupsi”.

Bukan p**a sekadar meminta masyarakat “memahami kondisi”.

Presiden Georgia saat itu, Mikheil Saakashvili, justru mengambil langkah ekstrem:

POLISI LAMA DIBUBARKAN DAN DIGANTI DENGAN SISTEM KEPOLISIAN BARU.

Mengapa?

Karena masalahnya bukan lagi satu-dua oknum.

Korupsi sudah menjadi bagian dari sistem.

Pada awal 2000-an, polisi Georgia dikenal luas karena praktik suap dan pemerasan. Gaji polisi sangat rendah bahkan pembayaran gaji kadang terlambat berbulan-bulan.

Polisi lalu lintas bisa menghentikan pengendara, mencari-cari kesalahan, kemudian meminta uang.

Lebih parah lagi, sistem korupsinya sudah menyerupai “piramida”.

Polisi menyerahkan sebagian uang hasil pungutan ilegal kepada atasan, kemudian mengalir ke tingkat yang lebih tinggi.

Jadi masalahnya bukan:

“Oknum polisi nakal.”

Masalahnya adalah:

“SISTEMNYA SUDAH RUSAK.”

World Bank mencatat bahwa pada masa itu, posisi polisi bahkan dapat diperoleh dengan membayar uang. Setelah masuk, sebagian polisi kemudian “mengembalikan modal” tersebut melalui pungutan ilegal kepada masyarakat.

Lalu datanglah Saakashvili setelah Rose Revolution 2003.

Dan dia mengambil keputusan yang sangat berani.

Bukan mempertahankan sistem lama sambil berharap orang-orangnya berubah.

Tetapi: “BANGUN SISTEM BARU.”

Pada 2004, hampir seluruh polisi lalu lintas lama diberhentikan.

Pasukan baru bernama Patrol Police dibentuk.

Polisi baru direkrut.

Dilakukan pelatihan.

Gaji dinaikkan secara signifikan.

Kendaraan dan perlengkapan diperbarui.

Akademi kepolisian direformasi.

Bahkan desain kantor polisi dibuat transparan dengan bangunan kaca sebagai simbol keterbukaan.

Ada p**a langkah yang jauh lebih besar:

PEMERINTAH MEMOTONG RANTAI KORUPSI DARI AKARNYA.

Bukan hanya mengganti seragam.

Bukan hanya mengganti kepala.

Tetapi mengganti manusia, struktur, insentif, prosedur, dan budaya organisasinya.

Dan hasilnya?

Perubahan persepsi masyarakat terhadap polisi Georgia menjadi salah satu keberhasilan reformasi yang paling sering dikutip.

Dari institusi yang sebelumnya identik dengan suap dan pemerasan, polisi baru justru memperoleh tingkat kepercayaan publik yang jauh lebih tinggi.

World Bank bahkan menyebut pembentukan Patrol Police sebagai salah satu keberhasilan terbesar pemerintahan Georgia dalam reformasi tersebut.

Tapi ada satu pelajaran yang sering terlupakan:

MEMBERSIHKAN INSTITUSI TIDAK CUKUP DENGAN MEMECAT ORANG.

Georgia melakukan tiga hal sekaligus:

1️⃣ MEMBERSIHKAN orang-orang yang terlibat dalam sistem lama.

2️⃣ MEMBANGUN institusi baru dengan rekrutmen dan pelatihan baru.

3️⃣ MENGUBAH INSENTIF dengan memberikan gaji yang lebih layak, meningkatkan profesionalisme dan mempersempit ruang untuk pungutan ilegal.

Itulah sebabnya reformasi tersebut bukan sekadar “pecat 30.000 polisi”.

Yang dilakukan adalah:

MEMUTUS SISTEM LAMA → MEMBANGUN SISTEM BARU → MENGUBAH PERILAKU.

Dan di sinilah kisah Georgia menjadi menarik untuk direnungkan.

Karena terkadang sebuah negara tidak kekurangan aturan.

Tidak kekurangan undang-undang.

Tidak kekurangan slogan antikorupsi.

Yang kurang adalah:

KEBERANIAN UNTUK MEMOTONG AKAR MASALAH.

Tentu Georgia bukan negara sempurna.

Bahkan Saakashvili sendiri kemudian menjadi figur yang sangat kontroversial dan pemerintahannya dikritik terkait praktik otoritarian serta dugaan pelanggaran HAM.

Jadi kisah Georgia bukan berarti:

“Saakashvili = manusia tanpa cela.”

Bukan.

Pelajarannya jauh lebih sederhana:

KETIKA KORUPSI SUDAH MENJADI SISTEM, MEREFORMASI SISTEM TERKADANG MEMBUTUHKAN KEPUTUSAN YANG RADIKAL.

Sekarang pertanyaannya:

KALAU SEBUAH INSTITUSI SUDAH TERLALU LAMA DIANGGAP BERMASALAH…

Apakah solusinya selalu:

“Tenang, kita evaluasi dulu.” 😏

Atau memang sesekali harus ada pemimpin yang berani mengatakan:

“SUDAH.

KITA BONGKAR.

KITA BANGUN ULANG.”

🇬🇪 Georgia pernah mencoba.

Dan hasilnya membuat dunia memperhatikan.

03/09/2026

SEL KANKER MENYUKAI MAKANAN INI

“Makanan Sehari-Hari” Ini Ternyata Bisa Jadi Sahabat Sel Kanker?

Orang Indonesia Banyak yang Masih Konsumsi!

❗Gorengan, makanan gosong, camilan kemasan, minuman tinggi gula, sampai daging olahan seperti sosis dan nugget ternyata termasuk makanan yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.

Ironisnya, makanan seperti ini justru sangat dekat dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.

Banyak orang menganggap aman karena dimakan setiap hari, padahal kanker sering tumbuh diam-diam tanpa gejala di awal.

Kanker adalah kondisi ketika sel tubuh berkembang liar dan merusak organ sehat.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa pola makan buruk, kurang olahraga, rokok, dan gaya hidup tidak sehat ikut memperbesar risikonya.

❗Karena itu para ahli menyarankan untuk mulai mengurangi gorengan berulang kali pakai minyak hitam, makanan ultra-proses, serta gula berlebih.

❗Perbanyak makanan segar, sayur, buah, dan biasakan pola hidup sehat sebelum tubuh “menagih harga” di kemudian hari.

27/08/2026

KETIKA CIPTAAN MENGALAHKAN PENCIPTANYA

AI bisa menjadi teknologi paling hebat yang pernah diciptakan manusia—tetapi bagaimana kalau suatu hari manusia justru kehilangan kendali atas ciptaannya sendiri?

Elon Musk kembali memperingatkan tentang kemungkinan AI berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk mengendalikannya.

Bayangkan jika AI bukan lagi sekadar chatbot yang menjawab pertanyaan, tetapi mampu mengambil keputusan, menjalankan sistem, membuat strategi, bahkan mengembangkan kemampuannya sendiri.

Masalahnya bukan karena AI “jahat”.

Masalahnya adalah: bagaimana jika AI melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan tujuan manusia, tetapi memiliki kemampuan yang jauh lebih besar untuk mewujudkannya?

Risikonya bisa menyentuh banyak hal:
• pekerjaan manusia
• keamanan data
• penyebaran informasi palsu
• keamanan siber
• senjata otonom
• hingga kemungkinan manusia terlalu bergantung pada mesin.

Karena itu, perkembangan AI tidak cukup hanya mengejar “semakin pintar”.

Kita juga harus memastikan AI tetap aman, dapat diawasi, dapat dikendalikan, dan digunakan untuk kepentingan manusia.

AI seharusnya menjadi alat yang membantu manusia.

Jangan sampai suatu hari manusia justru menjadi pihak yang harus mengikuti keputusan mesin.

Teknologi boleh berkembang cepat. Tetapi keselamatan umat manusia harus berkembang lebih cepat.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Surakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Jebres
Surakarta
57128

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Opo-Opo Ono posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Subscribe

We will notify you when anything happens in Surakarta.