Varicose Clariven Cream

Varicose Clariven Cream

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Varicose Clariven Cream, Skin Care Service, Jalan Kebantenan, Jakarta.

CLARIVEN CREAM adalah krim khusus varises 100% alami, diproses teknologi Jepang berkualitas tinggi membantu mengatasi varises yang menggumpal di kaki sekaligus meredakan rasa kram otot dan nyeri

07/11/2024

Berdiri terlalu lama dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Efek berdiri terlalu lama biasanya ditemukan pada lingkungan kerja dengan sistem shift yang mengharuskan seseorang untuk berdiri dalam jangka waktu lama, seperti perawat, dokter bedah, penjaga toko, penata rambut, dan lain-lain.

Selain varises, berdiri terlalu lama dapat menyebabkan beberapa efek samping lainnya. Berdiri lebih dari 8 jam per hari dapat memunculkan beberapa risiko kesehatan, salah satunya adalah low back pain. Untuk mengetahui lebih banyak tentang dampak berdiri terlalu lama dan cara mengatasinya, simak pembahasan di bawah ini.

Sejumlah efek akibat terlalu lama berdiri bisa diamati dari kondisi kesehatan seseorang yang memburuk. Beberapa dampak dari kebiasaan berdiri terlalu lama adalah low back pain, fatigue, penyakit kardiovaskular, dan plantar fasciitis. Berikut penjelasan ringkasnya.

1. Low Back Pain (LBP)
Penelitian dalam Sensors (Basel) Journal (2022) menyatakan risiko nyeri punggung bawah atau LBP meningkat seiring dengan koaktivasi otot-otot yang berlebihan untuk mengontrol stabilitas postur ketika berdiri terlalu lama. Utamanya, kondisi tersebut diakibatkan oleh aktivitas otot-otot gluteus medius (GM) yang berada di pantat yang berfungsi untuk menstabilkan panggul ketika berdiri, serta otot erector spinae yang berada di sepanjang tulang belakang.
LBP lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang berdiri dengan postur yang buruk, misalnya membungkuk. Hal ini disebut juga dengan postural stress, yaitu kondisi ketika adanya peningkatan tekanan pada tulang belakang yang dapat membuat otot punggung bawah menegang dan mengalami spasme, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

2. Fatigue (Kelelahan Kronis)
Kelelahan kronis pada beberapa bagian tubuh bisa terjadi akibat berdiri terlalu lama. Studi dalam Brazilian Journal of Physical Therapy (2022) menemukan bahwa risiko kelelahan dan ketidaknyamanan ditemukan lebih tinggi pada pekerja kantor yang menggunakan standing workstation dibandingkan dengan yang bebas duduk atau berdiri saat jam kerja.
Secara umum, berdiri terlalu lama tanpa menggerakkan tubuh dalam kurun waktu sesingkatnya 30 menit dapat menyebabkan kelelahan fisik, ketidaknyamanan, dan rasa sakit di beberapa bagian tubuh yaitu di tulang belakang, panggul, lutut, dan kaki. Selain itu, berdiri lama juga menyebabkan kekakuan pada otot leher dan bahu. Namun, efek yang ditimbulkan pada setiap orang dapat berbeda-beda. Faktor usia dapat memengaruhi respons individu saat berdiri terlalu lama.

3. Penyakit Kardiovaskular
Efek berdiri terlalu lama pada penyakit kardiovaskular meliputi penyakit vena (seperti insufisiensi vena kronik atau varises), arteriosklerosis, dan gangguan pada tekanan darah serta detak jantung. Pekerja yang mempertahankan postur berdiri terlalu lama lebih berisiko menderita penyakit vaskular daripada pekerja yang diharuskan untuk duduk saat jam kerja.

4. Plantar Fasciitis
Plantar fasciitis merupakan inflamasi atau peradangan pada jaringan di telapak kaki mulai dari tumit hingga ke pangkal jari kaki. Rasa nyeri utamanya muncul ketika kaki pertama kali menyentuh lantai pada pagi hari. Saat bangun dan bergerak, nyeri biasanya berkurang. Akan tetapi, nyeri mungkin muncul kembali setelah berdiri dalam waktu lama atau ketika berdiri kembali setelah duduk.


Agar terhindar dari efek berdiri terlalu lama, penerapan kebiasaan-kebiasaan tertentu perlu dilakukan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan begitu, beban pada sendi dari punggung bawah hingga lutut yang mengakibatkan ketegangan berkepanjangan dan menyebabkan postur tubuh tidak sehat dapat berkurang. Berikut beberapa tips untuk meminimalkan risiko bahaya berdiri terlalu lama:

1. Mengenakan Alas Kaki yang Tepat
Penggunaan alas kaki yang empuk dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan kelelahan kronis akibat berdiri terlalu lama secara signifikan. Untuk itu, kenakan sepatu yang memiliki bantalan dan penyangga lengkukan. Semakin tinggi lengkungan telapak kaki, maka dibutuhkan bantalan yang lebih banyak. Agar dapat menemukan jenis sepatu atau alas kaki yang sesuai dengan gerakan kaki saat berjalan, Anda dapat berkonsultasi dengan terapis fisik.

2. Memakai Compression Stocking
Kelelahan, rasa sakit, dan pembengkakan pada kaki dapat berkurang dengan penggunaan compression stocking, utamanya pada individu yang mengidap kondisi insufisiensi vena kronik (IVK). Temuan pada Jornal Vascular Brasileiro (2020) dan Human Factors Journal (2023) membuktikan adanya efek positif pemakaian compression stocking pada hairdresser dan satuan pengamanan (satpam) yang harus berdiri dalam waktu lama setiap hari

3. Melakukan Peregangan Punggung Bawah dan Otot Kaki
Berdiri sepanjang hari dapat menyebabkan rasa pegal pada otot punggung bawah dan kaki. Untuk meregangkan punggung bawah, berbaringlah di lantai dengan mengangkat kedua lutut yang lurus ke dada.

4. Menjaga Postur Tubuh
Postur tubuh yang baik dapat mengurangi tekanan pada punggung ketika berdiri. Metode sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga postur tubuh adalah dengan menempelkan punggung ke tembok sambil mengarahkan pandangan lurus ke depan. Pastikan tumit, bokong, tulang belikat, dan kepala bagian belakang menyentuh dinding. Kemudian pertahankan posisi tersebut pada saat berdiri, bekerja, dan beraktivitas lainnya.

04/11/2024

Obesitas atau berat badan berlebih dapat menambah tekanan pada katup darah seseorang. Sirkulasi darah orang tersebut menjadi tidak lancar, sehingga terjadilah varises. Memang salah satu cara untuk selalu menjaga kesehatan vena agar tidak terjadi varises adalah dengan menjaga berat badan.

Korelasi lainnya antara obesitas dengan varises adalah kebanyakan orang yang memiliki berat badan berlebih tidak banyak berolahraga. Aktivitas fisik yang sederhana sekali pun dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar. Dengan hanya duduk atau berdiri dalam waktu yang lama, dapat menghambat aliran darah.

Nyatanya, obesitas adalah salah satu penyebab utama dari varises. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari pengaruh obesitas terhadap aliran darah di kaki. Selain itu, seseorang dengan obesitas umumnya akan mengidap gejala yang lebih parah dibanding yang tidak.

Oleh karena itu, banyak orang mengalami masalah pada pembuluh darah hingga membengkak, terutama apabila kaki orang tersebut tidak banyak bergerak atau hanya berdiam diri untuk waktu yang lama. Beberapa darah akan berkumpul, karena tidak dapat melawan gravitasi dari kaki kembali ke jantung.

Risiko lain yang dapat disebabkan oleh obesitas adalah lemak yang banyak, terutama pada kaki. Keadaan tersebut dapat menyembunyikan varises yang terjadi pada seseorang. Tidak seperti orang yang kurus, karena permukaan kulitnya terbilang lebih tipis.

Untuk beberapa orang, hal tersebut terdengar seperti sebuah keunggulan. Padahal, kondisi tersebut adalah sebuah kerugian. Kenapa hal tersebut bisa dibilang kerugian? Karena gejala dan penyebab dari varises tidak dapat terlihat dan sulit untuk diobati. Akibatnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah pada pembuluh darah dan kesehatan lainnya, seperti ulkus vena kaki.

Selain itu, kebanyakan gejala dari varises disalah artikan sebagai konsekuensi dari obesitas. Contohnya, orang dengan obesitas biasanya lebih mudah lelah. Rasa lelah pada kaki orang tersebut akan dihubungkan dengan rasa lelah umum. Padahal, rasa lelah tersebut disebabkan oleh pembengkakan kaki pada pembuluh darah.

Beban yang terasa pada kaki mungkin akan terasa biasa saja pada pengidap obesitas. Karena hal ini, orang dengan kelebihan berat badan mungkin sulit untuk mengidentifikasi kondisi ini dan mencari pengobatan yang tepat. Akibatnya, risiko komplikasi pun akan meningkat.

31/10/2024

Varises pada ibu hamil dipicu oleh hormon kehamilan, rahim yang semakin membesar, dan peningkatan volume darah. Meski umum untuk terjadi, ada cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keluhan ini.

Varises pada ibu hamil biasanya terjadi di kaki, area va**na (varises va**na), serta di sekitar bokong dan a**s. Varises terjadi saat pembuluh darah yang paling dekat dengan permukaan kulit mengalami pelebaran dan pembengkakan. Varises ditandai dengan pembuluh darah membiru atau ungu dan menonjol keluar.

Varises pada ibu hamil menimbulkan rasa tidak nyaman karena dapat menyebabkan kaki menjadi berat dan pegal, kulit di sekitar varises terasa gatal, berdenyut, dan terasa perih.

Ketidaknyamanan tersebut bisa muncul kapan saja, tapi biasanya akan memburuk pada sore dan malam hari, terutama setelah ibu hamil melakukan banyak aktivitas dan terlalu lama berdiri.

Varises pada ibu hamil bisa disebabkan beragam hal, di antaranya :

1. Peningkatan volume darah di dalam tubuh
Saat hamil, volume darah di dalam tubuh meningkat. Kondisi ini dapat menekan pembuluh darah dan tekanan pada pembuluh darah vena ini dapat memicu munculnya varises pada ibu hamil.
Vena merupakan pembuluh darah yang mengembalikan darah dari berbagai jaringan tubuh ke jantung. Karena anatomi tubuh kita tegak lurus, maka bagian terjauh dari jantung adalah kaki. Ini membuat pembuluh vena di kaki memiliki tugas berat karena harus melawan gravitasi dalam mengalirkan darah kembali ke jantung.

2. Pertumbuhan janin di dalam rahim
Seiring pertumbuhan janin, rahim juga akan semakin membesar dan dapat menekan pembuluh darah vena besar yang ada di sisi kanan tubuh, yaitu vena cava inferior. Ini akan menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah vena di kaki sehingga memicu munculnya varises.

3. Pengaruh hormon kehamilan
Peningkatan kadar hormon progesteron saat hamil dapat membuat dinding pembuluh darah melebar. Melebarnya dinding pembuluh darah vena akan memicu terjadinya varises.
Risiko terkena varises lebih tinggi pada ibu hamil yang memiliki riwayat varises dalam keluarga. Risiko lain yang menyebabkan ibu hamil rentan alami varises adalah hamil anak kembar, usia kehamilan yang semakin tua, berat badan berlebih, dan kebiasaan berdiri terlalu lama.

28/10/2024

Di dalam pembuluh vena, ada katup kecil yang berfungsi sebagai pintu satu arah, agar darah yang sudah melewatinya, tidak dapat kembali lagi. Namun, melemahnya atau rusaknya katup tersebut menyebabkan terjadinya arus balik darah dan penumpukan darah di dalam pembuluh vena. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh tersebut membengkak dan melebar.

Para ahli masih belum tahu pasti mengapa dinding pembuluh darah meregang atau mengapa katup pembuluh vena bisa rusak atau melemah. Pada banyak kasus, kondisi ini terjadi tanpa alasan yang jelas.

Namun, beberapa kelompok orang diketahui lebih rentan untuk terkena varises, antara lain :
1. Orangtua
Risiko varises meningkat seiring bertambahnya usia. Penuaan menyebabkan keausan pada katup di pembuluh darah yang membantu mengatur aliran darah. Akhirnya, keausan itu menyebabkan katup melemah, sehingga darah dapat mengalir kembali ke tempat pembuluh darah berkumpul, bukannya mengalir ke jantung. Itulah mengapa orang yang berusia 50 tahun ke atas rentan mengalami varises.

2. Wanita
Wanita lebih berisiko mengalami varises, karena perubahan hormonal selama kehamilan, pramenstruasi atau menopause merupakan faktor penyebab varises. Hal ini karena hormon wanita cenderung mengendurkan dinding vena.

3. Wanita Hamil
Selain perubahan hormon, varises yang sering dialami oleh banyak wanita hamil juga disebabkan karena volume darah dalam tubuh meningkat selama kehamilan. Perubahan ini bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan janin, namun juga bisa menyebabkan efek samping, yaitu pembuluh darah yang membesar di kaki.

4. Orang yang Memiliki Riwayat Keluarga dengan Varises
Bila ada anggota keluarga yang mengalami varises, kemungkinan besar kamu juga akan mengalami kondisi tersebut.

5. Orang yang Obesitas
Seseorang yang mengalami obesitas atau memiliki kelebihan berat badan dapat memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah kamu.

6. Orang dengan Pekerjaan Tertentu
Orang yang pekerjaannya mengharuskan ia untuk berdiri dalam waktu lama juga lebih rentan mengalami varises.

24/10/2024

Setelah operasi varises, pengalaman pascaoperasi yang umum meliputi nyeri, pembengkakan, dan memar di sekitar area yang dirawat. Risiko infeksi dan pendarahan memang ada, meskipun jarang terjadi. Mati rasa atau sensasi yang berubah mungkin terjadi, tetapi sering kali membaik. Bekas luka mungkin muncul tetapi dapat diminimalkan dengan teknik modern. Perubahan warna kulit mungkin muncul sementara. Kekambuhan dapat terjadi, sehingga memerlukan perawatan lebih lanjut. Meskipun ada risiko, banyak operasi yang berhasil, dengan komplikasi yang jarang terjadi. Mari kita bahas risiko dan komplikasi ini secara terperinci dan ketahui cara mencegahnya.

Risiko pascaoperasi setelah perawatan varises dapat bervariasi tergantung pada prosedur spesifik yang dilakukan, kesehatan pasien secara keseluruhan, dan seberapa baik mereka mengikuti petunjuk perawatan pascaoperasi. Berikut ini adalah beberapa risiko dan komplikasi potensial yang dapat timbul setelah operasi varises :

1. Rasa sakit dan ketidaknyamanan
2. Infeksi bedah
3. Perdarahan di lokasi operasi
4. Gumpalan darah di vena dalam
5. Kemungkinan kerusakan saraf
6. Bekas luka
7. Pengulangan (dalam beberapa kasus)
8. Reaksi Alergi
9. Pembengkakan dan memar
10. Hasil Kosmetik yang Buruk

21/10/2024

Operasi varises adalah prosedur yang aman. Namun, ada beberapa risiko komplikasi ringan yang mungkin terjadi. Konsultasikan dengan dokter bedah Anda seputar risiko yang mungkin akan Anda dapatkan.

Komplikasi dari sejumlah prosedur medis umumnya termasuk reaksi terhadap anestesi yang tidak terduga, pendarahan atau penggumpalan darah (deep vein thrombosis DVT).

Komplikasi lain yang lebih spesifik, yaitu :
- timbul gumpalan pada bagian bawah luka,
- kebas atau rasa menggelitik.
- kerusakan saraf,
- varises vena kambuhan,
- timbul thread veins (spider veins),
- pembengkakan pada kaki, dan
- cedera pada pembuluh nadi, pembuluh darah, atau saraf kaki.

18/10/2024

Operasi varises adalah prosedur medis untuk mengobati varises. Kondisi ini terjadi akibat pembengkakan pada pembuluh darah vena, yang bisa juga terbelit dan muncul pada bawah permukaan kulit. Umumnya varises terjadi pada kaki, tapi beberapa orang juga bisa mengalaminya di bagian tubuh lainnya.

Pembuluh darah pada kaki memiliki katup satu arah untuk membantu aliran darah kembali ke jantung. Jika katup tidak bekerja dengan baik, darah akan mengalir pada jalur yang salah, menyebabkan varises.

Orang dengan kondisi ini akan mengalami perubahan warna kulit pada sekitar pembuluh darah yang terkena. Kadang juga akan timbul gejala berupa rasa gatal, nyeri, pegal (kelemahan pada kaki), dan sensasi panas terbakar yang membuat penderitanya tidak nyaman.

Tanpa pengobatan, varises bisa menimbulkan komplikasi seperti penggumpalan darah, perdarahan, dan luka pada kulit di area pembuluh yang bermasalah. Itulah sebabnya, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur medis ini untuk mengobati varises.

Menurut website yang dikelola oleh University of California, ada beberapa jenis operasi untuk mengobati varises.

1. Operasi laser: jenis operasi yang mengarahkan energi cahaya dari laser ke varises berukuran kecil. Lewat pengobatan ini, membuat varises menjadi memudar.

2. Terapi ablasi endovenosa: pengobatan menggunakan gelombang radio untuk menciptakan panas dan menutup varises. Dokter akan membuat sayatan kecil pada kulit dekat varises, memasukkan tabung kecil atau kateter ke dalam vena, dan mengirimkan gelombang radio ke varises.

3. Operasi vena endoskopi: operasi dengan membuat sayatan kecil pada kulit dekat varises dan menggunakan bantuan endoskopi. Biasanya prosedur dilakukan ketika varises sudah menimbulkan luka pada kulit.

4. Flebektomi: jenis operasi untuk menghilangkan varises kecil yang berada dekat pada permukaan kulit dengan membuat sayatan kecil.

5. Vein striping and ligation: prosedur mengikat dan mengeluarkan pembuluh darah yang membengkak dengan membuat sayatan pada kulit. Pengobatan ini umumnya dokter rekomendasikan jika pasien sudah mengalami varises parah.

15/10/2024

Ada dua jenis pemeriksaan sederhana yang akan dilakukan dokter, yakni pemeriksaan fisik dan riwayat medis. Pemeriksaan fisik dilakukan pada area tubuh yang sakit, bengkak, atau luka. Dokter meminta pasien menggerakkan kaki ke dalam beberapa posisi berbeda untuk mengamati aliran darah. Pemeriksaan penunjang lainnya juga bisa dilakukan jika pemeriksaan fisik kurang akurat atau adanya potensi komplikasi.

USG Duplex Doppler adalah pemeriksaan yang sering direkomendasikan. Prosedurnya dilakukan dengan memindai aliran darah di dalam pembuluh vena. Tes angiogram juga bisa dilakukan meski lebih jarang. Metode pemeriksaannya mencakup menyuntikkan zat khusus ke dalam pembuluh vena agar ikut mengalir bersama darah. Setelah itu, dokter akan memperhatikan tingkat kelancaran aliran zat tersebut. Jika tidak lancar, maka ini bisa menjadi pertanda bahwa ada penggumpalan darah di dalam pembuluh vena.

Ada beberapa tips untuk menghindari kondisi ini :

1. Olahraga
Berolahraga teratur, terutama aktivitas aerobik seperti berjalan kaki atau berenang, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kaki, sehingga bisa meredakan gejala.

2. Menghindari berdiri atau duduk terlalu lama
Selanjutnya, kamu juga perlu menghindari berdiri atau duduk dalam waktu lama, terutama dengan kaki yang tegak.
Hal ini bisa mencegah tekanan berlebih pada vena. Alhasil, varises tidak semakin memburuk

3. Hindari penggunaan pakaian sempit
Usahakan untuk menghindari penggunaan pakaian sempit atau ketat pada bagian pinggang, paha, dan kaki.

4. Kurangi konsumsi garam
Kurangi konsumsi garam untuk menghindari pembengkakan.

5. Hindari makanan pedas
Batasi makanan pedas yang bisa merangsang pelebaran pembuluh darah.

6. Berhenti merokok
Berhenti merokok karena dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah.

10/10/2024

🎉SPECIAL 10.10🥳😘
Khusus hari ini Diskon Hingga 50% serta Potongan Ongkir untuk wilayah Jabodetabek🛒
CLARIVEN CREAM VARISES
Dengan kandungan bahan aktif bertekstur ringan yang terkandung di dalam krim ini mampu memudahkan penyerapan ke lapisan kulit yang lebih dalam. Saat dioleskan, krim akan menyerap ke dalam dermis, lapisan tengah kulit di mana pembuluh darah dan varises berada guna menghilangkan garis varises dengan segera.
Salah satu keunggulan utama krim ini adalah kemampuannya untuk meningkatkan sirkulasi darah di area yang terkena. Bahan aktif dalam krim ini merangsang aliran darah yang lebih baik dan membantu mengurangi tekanan dalam pembuluh darah, yang berkontribusi pada pengurangan varises. Sehingga garis varises pun akan tampak lebih halus dan merata.
Info Selengkapnya dan Pemesanan Hubungi :
(CS Hanin) wa.me/6285691546283

02/10/2024

Pada dasarnya, sistem vena di kaki atau tungkai terbagi menjadi tiga, yaitu vena luar, vena dalam, dan vena penghubung. Ketiganya membentuk suatu sistem yang terhubung dan membantu menghantarkan darah tungkai kembali ke jantung. Varises vena tungkai timbul jika terjadi gangguan aliran darah kembali ke jantung.

Berbeda dengan arteri yang digerakkan oleh p***a jantung, darah dalam sistem vena digerakkan oleh p***a otot dan katup yang berperan menahan aliran balik. Jika terjadi gangguan pada kedua atau salah satu hal di atas, darah akan tertahan di tungkai. Hal ini mengakibatkan vena tungkai menjadi lebar, memanjang, dan berbelok-belok yang dikenal sebagai varises vena tungkai atau varises pada kaki.

Masih banyak yang beranggapan bahwa varises vena adalah masalah kosmetik. Padahal, varises vena adalah suatu peristiwa patologis terjadinya pelebaran vena yang berbelok-belok akibat gangguan katup dan p***a otot. Dalam kondisi yang lebih berat, dapat timbul perdarahan dan luka kronis disertai perubahan warna kulit tungkai menjadi kehitaman (hiperpigmentasi).

Varises vena yang dibiarkan dapat berlanjut dan menjadi kondisi yang lebih buruk dengan timbulnya luka kronik, kaki bengkak, perubahan warna kulit, dan dalam kondisi tertentu dapat timbul trombosis vena dan bila terlepas dapat memicu komplikasi berupa emboli paru.

Gejala terjadinya varises di kaki dapat bervariasi. Namun, terdapat beberapa gejala varises kaki yang umum terjadi. Diantaranya :
- Kaki terasa mudah pegal dan sering kram.
- Kadang timbul rasa gatal dan terasa seperti terbakar.
- Timbul pembuluh darah yang menonjol ke kulit.
- Kaki bengkak saat aktivitas dan mengecil saat bangun tidur.
- Kulit kaki di sekitar mata kaki menghitam.
- Timbul luka di sekitar mata kaki.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Jalan Kebantenan
Jakarta
14110