faizar.rifqi

faizar.rifqi

Share

Menemukan ketenangan di tengah badai dunia

24/06/2026
23/06/2026

Mengapa emosi harus Cerdas ?

23/06/2026

Mengapa EQ Sangat Penting?

Kesehatan Mental: Orang dengan EQ tinggi lebih tahan banting (resilient) terhadap stres, kecemasan, dan depresi karena mereka tahu cara memproses emosi negatif.

Kepemimpinan yang Efektif: Pemimpin dengan EQ tinggi mampu menginspirasi, mempertahankan talenta terbaik, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara psikologis (psychological safety).

Hubungan yang Lebih Berkualitas: Baik dalam pernikahan, pertemanan, maupun keluarga, empati dan pengaturan diri adalah kunci untuk menghindari konflik yang merusak.

20/06/2026

Tetap Melangkah Meski Dunia Tidak Berpihak

17/06/2026

SENI MENJADI KUAT DALAM DIAM

16/06/2026

Menurut Marcus Aurelius, orang bijak tidak hidup untuk mencari pujian atau menghindari kritik. Ia bertindak sesuai nilai dan akal sehat, bahkan ketika tidak semua orang menyukainya. Namun ada perbedaan besar antara kebijaksanaan dan tidak tahu malu.
Orang bijak tetap tenang saat dikritik, karena ia mau memeriksa dirinya sendiri dan belajar dari kesalahan. Ia tidak mudah tersinggung, tetapi juga tidak menutup mata terhadap kekurangannya. Kerendahan hati membuatnya terus bertumbuh.
Orang yang tidak tahu malu juga tampak tidak peduli pada kritik, tetapi alasannya berbeda. Ia mengabaikan nasihat, menolak mengakui kesalahan, dan tetap melakukan hal yang salah tanpa rasa tanggung jawab. Bukan karena kuat, melainkan karena kehilangan kesadaran diri.
Stoikisme mengajarkan bahwa ketenangan bukan berarti kebal terhadap kritik, melainkan mampu membedakan kritik yang berguna dan yang tidak. Orang bijak menerima kebenaran meski menyakitkan, sedangkan orang yang tidak tahu malu menolak kebenaran meski itu dapat memperbaiki hidupnya.
Pertanyaannya bukan apakah kamu peduli pada pendapat orang lain, tetapi apakah kamu masih peduli pada kebenaran. Di situlah perbedaan antara kebijaksanaan dan tidak tahu malu.

15/06/2026

Orang bijak memahami bahwa tidak semua ucapan, kritik, atau perilaku orang lain layak mengganggu ketenangan batin mereka. Mereka sadar bahwa setiap orang memiliki sudut pandang, emosi, dan pengalaman hidup yang berbeda. Karena itu, mereka tidak langsung mengambil segala sesuatu secara pribadi.
Ketika menerima kritik, orang bijak lebih memilih mencari pelajaran daripada membalas dengan kemarahan. Jika kritik itu benar, mereka menggunakannya untuk memperbaiki diri. Jika kritik itu tidak benar, mereka tidak merasa perlu membuang energi untuk memikirkannya.
Mereka juga memahami bahwa mereka tidak dapat mengendalikan apa yang dikatakan atau dilakukan orang lain. Yang bisa mereka kendalikan hanyalah respons mereka sendiri. Inilah sebabnya mengapa mereka tetap tenang saat menghadapi hinaan, penolakan, atau perlakuan yang tidak menyenangkan.
Bagi orang bijak, ketenangan adalah kekuatan. Mereka tidak membiarkan perkataan orang lain mengendalikan suasana hati mereka. Semakin seseorang mengenal dirinya sendiri, semakin sedikit ia membutuhkan pengakuan dari orang lain, dan semakin sulit p**a untuk tersinggung.
Pesan Stoikisme: "Jika kamu mudah tersinggung oleh setiap kata yang tidak kamu sukai, maka ketenanganmu berada di tangan orang lain. Tetapi jika kamu mampu mengendalikan reaksimu, maka kebebasan sejati ada di tanganmu.




Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Jalan Tajung Lengkong
Jakarta