RatuKemiri

RatuKemiri

Share

Ratu Kemiri adalah ramuan tradisional ekstrak asli minyak kemiri, saripati kemiri yang bermanfaat un

"Ratu Minyak Kemiri & Saripati Kemiri"
Solusi aman bagi permasalahan rambut & kulit kepala. Sejak dulu "Kemiri" Aleurites moluccana telah digunakan oleh nenek moyang kita untuk mengatasi masalah rambut dan kulit kepala, khasiatnya sudah benar-benar terbukti. Namun dengan berkembangnya zaman masyarakat sudah jarang melirik produk herbal alami hasil dari nusantara untuk mengatasi permasalahan rambut

TESTIMONI RATU KEMIRI 2018 29/07/2018

hair tonic, vitamin rambut rusak, hair vitamin, Shampoo Natural Rambut Normal dan Berminyak Ratu Kemiri, shampo rambut rontok, shampo rambut botak, shampo ratu kemiri, shampo aloevera, shampo rambut bayi dan anak, Shampoo Natural Perawatan Rambut Berminyak Ratu Kemiri, Shampoo Natural Perawatan Rambut Kering Ratu Kemiri

29/07/2018

Hair Vitamin

29/07/2018

Testimoni Ratu Kemiri untuk Penyubur Rambut Botak Meluas

29/07/2018

Testimoni Ratu Kemiri untuk Obat Penyubur Rambut Bayi

29/07/2018

Testimoni Rambut Rontok Ratu Kemiri

29/07/2018

Testimoni Ratu Kemiri Threatment Alis & Bulu Mata

29/07/2018

Niu Prodak nih,
Di order bro en sista..

Konsultasi & proses order lebih cepat via WhatsApp
--> https://bit.ly/OrderDong

RATU KEMIRI 2018 29/07/2018

hair tonic, vitamin rambut rusak, hair vitamin, Shampoo Natural Rambut Normal dan Berminyak Ratu Kemiri, shampo rambut rontok, shampo rambut botak, shampo ratu kemiri, shampo aloevera, shampo rambut bayi dan anak, Shampoo Natural Perawatan Rambut Berminyak Ratu Kemiri, Shampoo Natural Perawatan Rambut Kering Ratu Kemiri

09/06/2018

Jangan jadikan anakmu pengemis di Idul Fitri #2
By: Yota Mutia
Setelah rame tulisan teman saya yang dibajak oleh sesembak. Barakallah yang cyn, tulisanmu Viral dan sekarang aku copas judul tulisanmu hehehe

"Yota, Abang gak diajak antri disana?".
"Antri apa mah?" (Tanyaku pada ibu mertua yang ketika itu masih hidup.)
"Udah salaman ke depan? Ke adik2 Mama?".
"Udah Ma, udah duluan".
"Antri sana biar dapat uang".
"Abinya bisa kasi dia uang Ma".
"Ya bedalah dikasi Abinya sama dikasi sekarang".

Umumnya masyarakat kita (gak semua ya, keluarga saya gak menerapkan ini ke anak2nya) biasa bagi2 uang. Salaman dapat uang, bahkan ada yang baru mau diajak silaturahmi ke tempat tertentu karena diiming2i akan dapat uang banyak. Gak ada yang salah dengan berbagi uang. Salahnya adalah ketika anak2 justru malah tidak bisa mengambil hikmah dari
"jatah" lebarannya. Kalo dikasi alhamdulillah, gak dikasi jangan minta. Jangan menengadahkan tanganmu meminta2. Dikasi alhamdulillah berapapun jumlahnya, bukan mencela jika jumlahnya tak sesuai harapan.

"om tante pelit masa' cuma ngasih segini".
"Mah, saudara2 mama lagi pada kere ya, biasanya aku dapat sekian ratus eh skr cuma dapat segini".
"Kalo ke rumah uwak itu gak pernah dapat uang".
Setelah diberi kenapa anak malah terlihat sulit menghargai. Bukannya berucap Alhamdulillah dari lisannya, bukannya mendoakan malah keluar celaan.
3 tahun sudah kami menghilangkan kebiasaan berbagi "jatah" lebaran dikeluarga suami, sambil diberi edukasi terus menerus bahwa berbagi tak mesti di hari lebaran. Justru pemberian terbaik adalah di Bulan Ramadhan.

“Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Tangan di atas adalah pemberi, tangan di bawah adalah peminta.” (HR. Bukhari Muslim)

Diberi hadiah alhamdulillah, tapi jangan meminta2.
Dan kami ubah tidak lagi berbagi uang, tapi berbagi hadiah berupa barang2: kerudung, buku cerita, alquran dll.
Skr sudah terbiasa tidak ada bagi2 uang ketika lebaran.

*menulisnya terpotong karena ada yang minta "jatah" susu: :D

Bayangkan ada anak kecil atau remaja yang diberi sesuatu (bisa uang/barang) tapi tidak berucap terima kasih. Malah mencela pemberian tersebut karena tidak sesuai harapan?
Pernah gak si anak ini mikir gimana perasaan yang memberikannya hadiah?
Dicemberutin? Dicela?

“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

Memberi hadiah karena saling mencintai. Berharap cinta itu akan seperti sinyal hp yang sudah diisi paket kuota.
Selain memberi hadiah/berbagi bisa makin merekatkan hubungan. Mengajak anak memberi hadiah/berbagi bisa mengajarkan anak bahwa ada harta Allah yang dititipkan kepada kita untuk orang lain. Berikanlah harta itu kepada yang berhak. Ajarkan anak untuk merasakan kesusahan mendapatkan barang2/uang yang ia inginkan karena gak semua orang memiliki kemudahan seperti dia.
Pastinya, mengajak anak mengejar ridho Allah. Berbagilah kebaikan, berbagilah manfaat. berbagi senyum, berbagi ilmu, berbagi hadiah, berbagi apapun selama dalam kebaikan niatkan karena Allah dan selama caranya mencontoh Rasulullah maka hak itu akan jadi amalan terbaik bagi kita.

09/06/2018

Ibu bahagia
By: Yota Mutia

"Umi, kenapa ibu2 tuh ya katanya sayang ke anak2nya tapi kok s**a marah2?" Tanya anak bujangku
"Ibu2 tuh biasanya udah capek bang. Bangun dari awal saat semua orang di rumah belum bangun. Baru tidur disaat semua orang di rumah sudah tidur. Ditambah kerjaan di rumah yang banyak. Belum lagi kalo harus keluar rumah menyiapkan bekal".
"Haha iya yah Mi. Ya masak, nyapu ngepel, nyuci, nyuapin munifah makan, bacain buku cerita, main sama anak, ngaji belum lagi kalo Abi minta itu dan itu butuh bantuan Umi. Banyak banget kerjaannya. Aku aja disuruh nyapu dan ngepel teras capek banget. Umi semua dikerjakan sendirian, gak ada yang bantuin."
"Kan ada Abang yang bantuin".
"Oh iya ya. Aku udah bisa bantuin Umi sekarang". (sambil tertawa)
"Umi sekarang udah gak s**a marah2 lagi".
"Alhamdulillah Bang".
"Umi rajin2 deh ikut sekolah itu sekolah apa namanya Mi. Ih aku lupa".
"Sekolah apa Bang?".
"Itu sekolah sama Abinya Savero".
"Abah Ihsan".
"Nah iya itu, rajin2 sekolahnya ya Mi. Marah2nya udah kurang banget Mi".
"Sama itu Mi, siapa Bu Guru Umi yang kemarin kita pergi naik grab. Yang ituloh Mi, yang s**a bilang ibu bahagia ibu bahagia".
"oh Bu Dini".
"Nah rajin2 Umi sekolah sama Bu Dini juga ya biar jadi ibu yang bahagia".
Ibu bahagia adalah ibu yang terbiasa tersenyum. JIkapun harus marah, mood jelek itu akan segera dikembalikan dengan tersenyum. Cobain deh lagi marah langsung senyum (senyumnya yang ikhlas, dari hati. Jangan menyeringai kayak serigala). Rasakan perubahan energi yang luar biasa dalam tubuh. Tersenyum 2-2-7 loh ya. 2cm tarik sudut bibir kanan dan kiri kemudian tahan 7 detik. Bukan sembarang senyum. Ibu yang bahagia harus dapat mengendalikan emosinya.

Ibu bahagia adalah ibu yang pandai bersyukur. Biasanya jika seorang ibu marah dan terlihat tidak sabar ke anak2nya karena matanya tertutup dengan kekurangan2 anak2nya (hal ini juga berlaku untuk suami). Kalo lagi marah, bawaannya semuanya salah. Gak ada yang benar! Yang terlihat hanya keburukan2nya. Ibu yang pandai bersyukur akan melihat kelebihan2 anak2nya dan suaminya. Jikapun harus marah, maka dengan segera ia akan mengingat2 kelebihan anak2 dan suaminya. Baiknya, tuliskan kelebihan anak2 dan suami minimal 10 kelebihan. Kemudian tempel di dinding yang biasa terlihat oleh kita. Jika suatu saat kita dalam kondisi marah, segera baca tulisan yang sudah kita buat. Insyaallah ini akan membantu re-charge emosi supaya adem kembali.

Ibu yang bahagia adalah ibu yang sukses raih ridho Allah. Da kita mah apa atuh? Kalo hidup gak dapat ridho Allah, terus hidup kita buat apa? Kalo hidup kita tidak mengejar ridho Allah, apa bedanya kita dengan kucing di depan rumah?
Suksesnya hidup kita karena usaha kita sekuat tenaga untuk mengejar Ridho Allah. Allah s**a saya kerjakan. Allah gak s**a saya tinggalkan.
Menulis untuk mengingatkan diri sendiri
Menulis untuk menginspirasi bukan menggurui
Ini ceritaku
Mana ceritamu?

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bogor?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Bogor
16117

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00
Saturday 08:00 - 16:00