Karomah Habaib

Karomah Habaib

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Karomah Habaib, Kalibata city, Makassar.

05/08/2022

Al Habib Ja'far Bin Muhammad bin Hamid bin Umar Alkaff

Kisah Habib Ja'far al-Kaff Kudus

Nama beliau adalah Habib Ja'far Bin Muhammad bin Hamid bin Umar Alkaff dari Semarang Indonesia.

Beliau adalah seorang wali Allah yang besar. Maqamnya adalah Majdub.

Beliau seorang wali Allah yang khoriqul adah. Kebiasaannya mmbuang fulus kelaut puluhan juta ratusan juta hingga milyaran dibuang kelaut.

Habib JA'FAR bin MUHAMMAD Al-Kaff aslinya dari Kudus.

Rumah kediaman abah beliau di desa Dema'an Kota Kudus.

Beliau lahir di Kudus.

Jadi wali diangkat maqomnya oleh Alloh juga di Kudus, majdubnya juga di Kudus.

Yang membimbing beliau adalah Nabiyulloh Khodir BALYA bin MALKAN.

Habib Jakfar Alkaff Kudus, terkenal memiliki kebiasaan jadzab (berbuat aneh). Meskipun jadzab, ternyata beliau sering juga mernahake ( bahasa Salik nya adalah mentarbiyyah/membimbing) para muhibbin ( pecinta) beliau. Salah seorang muhibbinnya dipanggil beliau dan dikasih uang

'' Ji ... ini duit buat kamu. Buat beli For tuner, ya? '' Kata Habib Ja'far.
'' Njih, bib '' Kata Pak Kaji sambil menghitung jumlah uang pemberian Habib. Totalnya cuma 400 ribu rupiah.

Melihat uang pemberiannya dihitung, Habib Jakfar berkata ' jangan dihitung, Ji. Harus ikhlaaas, ''
Ini pelajaran pertama dari habib ja'far, bahwa pemberian Allah baik berupa uang ataupun harta yang lain tidak boleh dilihat materi / barangnya. Juga berapa jumlahnya. Tetapi lihatlah siapa gerangan Dzat yang memberinya.

Yakni Allah Ta'ala . Saputangan harganya murah. Tetapi saputangan pemberian kekasih, tidak ternilai harganya.

Beberapa waktu kemudian, Habib Jakfar mengajak dia ke tepi laut. Beliau berkata, '' Jii ....ini duit dalam tas semua, ayoh dibuang ke lauuut. Diniati shadaqah Sir/rahasia, yaa? Diniati shadaqah Sir yaa? ''
Bersama salah satu khadim/pembantu, pak Kaji tersebut membuang lembaran - lembaran uang kelaut. Dia perkirakan tidak kurang dari 20 juta rupiah uang yang dibuang.

Muhibbin itu berpikir keras apa makna perbuatan ini, serta apa konteknya dengan dirinya?
Ini pelajaran kedua untuk dirinya, bahwa bagi seorang Arif billah, antara uang dan tanah liat nilainya tidak ada bedanya .

Yang membuat berbeda adalah kecintaan hati kepada salah satu dari keduanya. Jika tidak ada cinta, ( karena yang dicinta hanyalah Allah) emas, uang atau yang lain tidak lagi berharga sehingga tidak layak diuber-uber apalagi dicinta.

Perbuatan membuang uang kelaut, pernah menjadi sasaran kritik Ibnul Qayyim kepada kaum Sufiyyah yang melakukannya. Karena perbuaan tersebut secara fikih dhahir hukumnya haram disebabkan tadzyi'ul maal / mensia-siakan harta. Namun Ba'dhul Arifien Quddisa Sirruh, menjawabnya banyak . Diantaranya :

''Kaum Sufiyyah membuang Harta ke laut, saat mereka mulai merasa hatinya tertambat dengan Harta tersebut. Dan bagi seorang Sufi haram hukumnya mencintai harta dunia, dan bahayanya cinta dunia itu lebih dahsyat dari dosanya mensia-siakan Harta. Jika ditanya, mengapa tidak disedekahkan saja? Dijawab bahwa, terhadap sosok Sufi seperti diri mereka sendiri saja, mereka tidak mempercayai untuk menyerahkan 'dunia', apalagi terhadap orang lain? Tuhmah ( kekhawatiran) tersebut membuat mereka terpaksa membuangnya ke laut. ''

Apa yang dilakukan Habib Ja'far juga selaras dengan hal diatas, dimana beliau ingin mengajari Muhibbinnya, supaya tidak cinta dunia. Dan beliau peraktekkan sendiri didepan matanya, membuang uang berjuta-juta ketengah laut, seperti berkata : '' Ji, jangan kedunyan (cinta dunia). Duit itu bagi seorang yang ' mengerti ' , tidak ada nilainya ''
Kemudian saat akan p**ang, Habib memanggilnya kembali : '' Ji, kamu punya tanaman dalam pot di pojok Rumah? ''
Pak Kaji menjawab :" Bener, Bib ''
''Sampai rumah, Cabuten ae, '' kata beliau.

Pak Kaji langsung tercenung. Bukan heran, Habib Ja'far bisa tahu dia punya tanaman itu, karena hal-hal kasyaf model begitu sudah biasa dia jumpai dalam diri Habib Jakfar. Tetapi dia tercenung karena dia baru sadar , ini pelajaran penting untuk dirinya dari Habib, karena beberapa waktu belakangan ini dia sangat s**a merawat tanaman tersebut.

'' Harganya mahal. Saya membelinya 7 juta rupiah '' Kata Pak Kaji.

Tampaknya, dia diajari oleh Habib ja'far: '' Ji, ji ..... Bebaskan hatimu dari ta'alluq condong dengan tanaman berharga jutaan. Bersihkan hatimu dari s**a mobil Fortuner. Bersihkan hatimu dari kicauan Lovebird. Bersihkan hatimu dari akik Bacanmu . Bersihkan hatimu dari wajah Ayu istrimu dan gemesinnya anak-anakmu ...bersihkan ...bersihkan ...bersihkan .... ''

Wallahu A'lam Bishawab

03/08/2022

Habib Munzir adalah sosok yang sangat sederhana. Saat awal-awal berdakwah, pria bernama lengkap Munzir bin Fuad Al-Musawa ini kerap naik angkutan umum. Juga pernah tidur di emperan toko.

Habib Munzir lahir di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 23 Februari 1973. Ia merupakan anak keempat dari 4 bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim Al-Musawa.

Habib Munzir mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri, Jakarta Selatan. Kemudian mengambil kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta timur.

Habib Munzir memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur,yang di pimpin oleh Habib Naqib bin Muhammad bin Syehk Abu Bakar bin Salim. Beliau banyak menimba ilmu di Ma'had Al Khairat dan di sini lah beliau kenal dengan Habib Umar bin Hafidz yang kemudian diteruskan ke Ma’had Darul Musthafa di Pesantren Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech abubakar bin Salim di Tarim Hadhramaut Yaman.

Di sana, Habib Munzir mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Alquran, ilmu hadis, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.

Nasehat Habib Munzir.
"Inilah Dakwah Nabi Muhammad SAW yang hakiki. Masing-masing dengan kesibukannya. Tapi hati mereka bergabung dengansatu kemuliaan. Inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam."

Terima Kasih Ya Habibana,

01/08/2022

Habib Abu bakar bin Ali Al Masyhur hadir di Multaqo 2 tahun lalu di Darul Mustofa ,Tarem Hadromut .beliau memberi nasehat "janganlah kalian orang tua memasrahkan 100% pendidikan anak kalian kepada sekolah.

Menyekolahkan mereka,sama saja kalian ridho segala hal dari dunia luar menjamah anak kalian!

Maka bekali lah mereka dengan tarbiah (didikan syariat) karena itu lah kewajiban kalian sebagai orang tua , bukan hanya menyekolahkanya.Allah jadikan pada sosok Ayah sebuah Haibah (wibawa) begitu juga pada sosok ibu ada wibawa , yang tak Allah jadikan bahkan pada pengajar di sekolah.

Karena Allah jadikan setiap bayi lahir dalam keadaan suci dan fitri tapi power dari ortunya lah yang bisa menjadikan dia muslim atau nasrani atau majusi.

semua tergantung pada sosok orang tua. Ingatlah kalian ! Tidak ada kehancuran yang lebih buruk dari hancurnya akhlaq anakmu dan budi pekertinya! Ayo , sosok mukmin itu harus kritis dan teliti! Ketika Dajjal nanti keluar,apa yang dia tawarkan?

Bukan kah dia menukar surganya adalah neraka neraka nya adalah surga ?

Di akhir zaman ini semua keadaan kita di balik , jangan terpengaruh dengan itu . Film,berita,apapun yang di jajakan media kepadamu , realitanya adalah yang sebaliknya karena itulah kerja Dajjal.mengelabui dan membalik keadaan.

Semoga Allah sadarkan kita untuk selalu di jalanya khususnya di akhir zaman ini Dan semoga kita di jadikan orang tua yang menunaikan hak-hak anaknya .

Bukan hanya dengan menyekolahkan mereka tapi juga membekali mereka dengan syariat , dengan mahabbatullah wa rasuluh

رحم الله الحبيب أبا بكر و نوّر قبره و جعله روضة من رياض الجنّة

Darul Mustofa , Tarem , Hadromut Multaqo 14 : Media Tahun 1441

06/07/2022

✨KAROMAH HABIB HUSEN LUAR BATANG✨

Di masa beliau, di tanah kelahirannya yaitu di daerah Hadhramaut, Habib Husein bin Abu Bakar berguru pada seorang Alim Shufi. Di hari-hari libur ia p**ang untuk menyambang ibunya.

Pada suatu malam, ketika ia berada di rumahnya, ibu Habib Husein meminta tolong agar ia bersedia membantu mengerjakan pintalan benang yang ada di gudang. Habib Husein segera menyanggupi, dan ia segera ke gudang untuk mengerjakan apa yang di perintahkan oleh ibunya. Makan malam juga telah disediakan. Menjelang pagi hari, ibu Husein membuka pintu gudang. Ia sangat heran karena makanan yang disediakan masih utuh belum dimakan. Selanjutnya ia sangat kaget melihat hasil pintalan benang begitu banyaknya. Si ibu tercengang melihat kejadian ini. Dalam benaknya terpikir bagaimana mungkin hasil pemintalan benang yang seharusnya dikerjakan dalam beberapa hari, malah hanya dikerjakan kurang dari semalam, padahal Habib Husein dijumpai dalam keadaan tidur p**as di sudut gudang.

Kejadian ini oleh ibunya diceritakan kepada guru thariqah yang membimbing Habib Husein. Mendengar cerita itu maka ia bertakbir sambil berucap, “Sungguh Allah berkehendak pada anakmu untuk memperoleh derajat yang besar di sisi-Nya, hendaklah ibu berbesar hati dan jangan bertindak keras kepadanya, rahasiakanlah segala sesuatu yang terjadi pada anakmu.”

06/07/2022

✨KERAMATNYA HABIB HASAN MBAH PRIOK✨

Selain cerita tentang kharisma Mbah Priuk, belum lama ini misteri kekeramatan Mbah Priuk juga membuat tercengang para ilmuwan luar negeri.

Pengurus makam, Habibina menuturkan, para ilmuwan tersebut melihat sinar yang memancar dari makam hingga ke luar angkasa.

Habibina menyebutkan, pada 14 Maret 2000 lalu beberapa orang asing yang mengaku utusan dari berbagai negara, seperti Amerika, Jerman, Rusia, dan Australia, mendatangi ahli waris.

Para ilmuwan ini, kepada ahli waris menuturkan, mereka melihat dari satelit terdapat sinar yang memancar dari Indonesia. Mereka menduga sinar tersebut merupakan senjata laser.

"Kemudian orang-orang asing itu mendatangi lokasi untuk mencari sinar laser yang menurut mereka itu adalah senjata laser. Ketika dilihat ternyata berasal dari makam keramat mbah priuk.

Habibina mengungkapkan, jika makam Mbah Priuk merupakan makam wali yang seharusnya dihormati. Ahli waris memercayai, makam Mbah Priuk merupakan paku bumi yang dijaga keberadaannya oleh Malaikat dan Allah SWT.

Disebutnya, pihak-pihak yang bernafsu menggusur makam Mbah Priuk, merupakan orang-orang yang tidak mengerti kesucian wali.

"Minimal kalau mereka tidak mengerti Wali, harus menghormati makam ini adalah makam sejarah, yang pertama kali menamai Tanjung Priuk.

SUMBER : https://youtu.be/FDoQhzxXA3w

30/06/2022

Manaqib (biografi); Al-Habib Al-Qutub Abu Bakar Bin Muhammad Assegaf

Al-Habib Al-Qutub Abu Bakar bin Muhammad Assegaf lahir di kota Besuki, Jawa Timur, pada tahun 1285 H. Semenjak kecil beliau sudah ditinggal oleh ayahnya yang wafat di kota Gresik

Pada tahun 1293 H, Habib Abu Bakar kemudian berangkat ke Hadramaut karena memenuhi permintaan nenek beliau, Syaikhah Fatimah binti Abdullah 'Allan.

Beliau berangkat kesana ditemani dengan Al-Mukarram Muhammad Bazmul. Sesampainya disana, beliau disambut oleh paman, sekaligus juga gurunya, yaitu Abdullah bin Umar Assegaf, beserta keluarganya. Kemudian beliau tinggal di kediaman Al-Arif Billah Al-Habib Syeikh bin Umar bin Saggaf Assegaf.

Di kota Seiwun beliau belajar ilmu fiqih dan tasawuf kepada pamannya Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Hiduplah beliau dibawah bimbingan gurunya itu. Bahkan beliau dibiasakan oleh gurunya untuk bangun malam dan shalat tahajud meskipun usia beliau masih kecil. Selain berguru kepada pamannya, beliau juga mengambil ilmu dari para ulama besar yang ada disana.

Diantara guru-guru beliau disana antara lain: Al-Habib Al-Qhutb Sulthanul Awliya Ali bin Muhammad Alhabsyi, penyusun kitab maulid “Simthud Dluror”.
· Al-Habib Muhammad bin Ali Assegaf
· Al-Habib Idrus bin Umar Alhabsyi
· Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas
· Al-Habib Al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur (M***i Hadramaut saat itu).
· Al-Habib Syeikh bin Idrus Alaydrus Al-Habib Al-Qutub Ali bin Muhamad Al Habsyi muallif Simtud Dhuror, sungguh telah melihat tanda-tanda kebesaran dalam diri Habib Abubakar dan akan menjadi seorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi. Al-Habib Ali Alhabsyi berkata kepada seorang muridnya, "Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah, nama mereka sama, keadaan mereka sama, dan kedudukan mereka sama. Yang pertama, sudah berada di alam barzakh, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abu Bakar bin Abdullah Alaydrus. Yang kedua, engkau sudah pernah melihatnya pada saat engkau masih kecil, yaitu Al-Habib Al-Qutub Abubakar bin Abdullah Alatas. Dan yang ketiga, engkau akan melihatnya di akhir umurmu". Mereka mencapai tingkatan maqam Sayidina Abu Bakar ash-shidiq.ra.

Ketika usia murid tersebut sudah menginjak usia senja, ia bermimpi melihat Nabi SAW 5 kali dalam waktu 5 malam berturut-turut. Dalam mimpinya itu, Nabi SAW berkata kepadanya, "(terdapat kebenaran) bagi yang melihatku di setiap kali melihat. Kami telah hadapkan kepadamu cucu yang sholeh, yaitu Abubakar bin Muhammad Assegaf. Perhatikanlah ia".

Murid tersebut sebelumnya belum pernah melihat Habib Abubakar, kecuali di mimpinya itu. Setelah itu ingatlah ia dengan perkataan gurunya, Al-Habib Ali Alhabsyi, "Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah...". Tidak lama setelah kejadian mimpinya itu, ia pun meninggal dunia, persis sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al-Habib Ali bahwa ia akan melihat Habib Abubakar di akhir umurnya.

Setelah menuntut ilmu disana, pada tahun 1302 H beliau pun akhirnya kembali ke p**au Jawa bersama Habib Alwi bin Saggaf Assegaf, dan menuju kota Besuki. Disinilah beliau mulai mensyiarkan dakwah Islamiyyah di kalangan
masyarakat. Kemudian pada tahun 1305 H, disaat usia beliau masih 20 tahun, beliau pindah menuju kota Gresik.

Di p**au Jawa, beliaupun masih aktif mengambil ilmu dan manfaat dari ulama-ulama yang ada disana saat itu, diantaranya yaitu:

· Al-Habib Quthb Aqthab Abdullah bin Muhsin Alatas (Bogor)
· Al-Habib Quthb Abdullah bin Ali Alhaddad (wafat di Jombang)
· Al-Habib Sulthanul Awliya Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas (Pekalongan)
· Al-Habib Al-Qhutub Ghauts Abubakar bin Umar Bin Yahya (Surabaya)
· Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi (Surabaya)
· Al-Habib Muhammad bin Ahmad Almuhdhor (wafat di Surabaya)

Pada suatu hari disaat menunaikan shalat Jum'at, datanglah ilhaamat rabbaniyyah kepada diri beliau untuk ber- 'uzlah dan mengasingkan diri dari keramaian duniawi dan
godaannya, menghadap kebesaran Ilahiah, ber-tawajjuh kepada Sang Pencipta Alam, dan menyebut keagungan nama-Nya di dalam keheningan. Hal tersebut beliau lakukan dengan penuh kesabaran dan ketabahan.

Waktu pun berjalan demi waktu, sehingga tak terasa sudah sampai 15 tahun lamanya. Beliau pun akhirnya mendapatkan ijin untuk keluar dari 'uzlahnya, melalui isyarat dari guru beliau, yaitu Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi. Berkata Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, "Kami memohon dan ber-tawajjuh kepada Allah selama 3 malam berturut-turut untuk mengeluarkan Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dari 'uzlahnya".

Setelah keluar dari 'uzlahnya, beliau ditemani
dengan Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berziarah kepada Al-Imam Al-Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf. Sehabis ziarah, beliau dengan gurunya itu langsung menuju ke kota Surabaya dan singgah di kediaman Al-Habib Abdullah bin Umar Assegaf.

Masyarakat Surabaya pun berbondong-bondong menyambut kedatangan beliau di rumah tersebut.

Tak lama kemudian, Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi berkata kepada khalayak yang ada disana seraya menunjuk kepada Habib Abubakar, "Beliau adalah suatu khazanah daripada khazanah keluarga Ba'alawi. Kami membukakannya untuk kemanfaatan manusia, baik yang khusus maupun yang umum". Semenjak itu Habib Abubakar mulai membuka majlis taklim dan dzikir di kediamannya di kota Gresik. Masyarakat pun menyambut dakwah beliau dengan begitu antusias. Dakwah beliau tersebar luas...dakwah yang penuh ilmu dan ikhlas, semata-mata mencari ridhallah. Dalam majlisnya, beliau setidaknya telah mengkhatamkan kitab Ihya Ulumiddin sebanyak 40 kali. Dan merupakan kebiasaan beliau, setiap kali dikhatamkannya pembacaan kitab tersebut, beliau mengundang jamuan kepada masyarakat luas.

Suatu kisah ketika Al-Habib Alwy bin Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Solo), putera Al-Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi (Seiwun), penyusun kitab Maulid Simthud Duhror, dan ayah dari Al-Habib Anis bin Alwy bin Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Solo) datang ke Gresik ke kediaman Al-Habib Abu Bakar, Dalam majelis itu lalu dibacakan kump**an mimpi Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus yang tinggal di Pekalongan. Beliau pernah mimpi bertemu Rasulullah SAW.

Dalam mimpinya beliau SAW berkata kepadanya, “Jika engkau rindu kepadaku, pandanglah wajah Abu Bakar bin Muhammad Assegaf sampai ke dagunya.”

Kebetulan saat itu Sayyidiy Alwi duduk berhadapan dengan Habib Abubakar. Al-‘Am 'Abdul qodir bin Hadi meminta agar Sayyidiy Alwi duduk di samping Habib Abu Bakar. “Biarkan aku duduk di hadapan Habib Abu Bakar demi melaksanakan perintah Al-Musthofâ (rasulullah) saw dalam mimpi tadi,” kata Sayyidiy Alwi.

Habib Abubakar berkata, “Seseorang bertanya kepadaku tentang hâl Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, gurunya. Aku jawab, Habib Ali bagaikan matahari. Yakni, nur, manfa'at dan sikap shidq beliau seperti matahari. Habib Ali telah memberikan manfaat kepada banyak hamba Allah.

Setiap hamba memperoleh manfaat dan cahaya beliau ra. Semoga Allah meridhoi mereka semua, memberi kita manfaat berkat mereka dan memberi kita karunia mereka, meskipun niat dan amal kita jauh dari niat dan amal mereka.

Semoga Allah tidak mengharamkan kita dari
kebaikan yang ada di sisi-Nya karena keburukan amal kita.”

Abdul kadir bin Umar Maulakhela kemudian
melantunkan syair Habib Ali: Suara nyanyian, menghibur hati dengannya, hilang segala duka.

Setelah qoshidah selesai dibawakan, Habib Abu Bakar bertanya, “Qoshidah siapa itu?” “Qoshidah Habib Ali,” jawab seseorang. Beliau lalu bercerita, “Ketika aku di Hadramaut, Habib Ali memiliki hubungan yang sangat erat denganku.

Pernikahanku yang pertama, beliaulah yang menikahkan dan membiayainya. Ketika aku hendak pergi ke Jawa, beliau berkata kepadaku, ‘Jika kau ingin menikah lagi, aku akan menikahkanmu.’

Namun aku tidak mau, beliau lalu mengizinkan aku pergi ke Jawa.” (Setelah diam sesaat) Habib Abu Bakar melanjutkan, “Aku tidak berdiri, duduk, atau mengerjakan sesuatu, kecuali atas petunjuk beliau. Dan beliau selalu ada di dekatku.”

Habib Abu Bakar berkata kepada Sayyidiy Alwi,
“Kita semua berada dalam keberkahan ayahmu. Saat ini Habib Ali Al-Habsyi bersama kita di tempat ini. Dan setiap hari ia bersamaku di sini.”

Di antara ucapan Habib Abubakar, semoga Allah memanjangkan umur beliau, karena ingin menyebut-nyebut nikmat Allah adalah sebagai berikut, “Saat aku sakit, Al-Musthofâ saw datang menjengukku dan aku dalam keadaan sadar ( yaqodhoh ). Aku berpelukan dengan beliau di tempat ini. (sambil menunjuk tempat yang biasa beliau duduki) Sayidina Al-Faqîh Al-Muqoddam juga pernah datang ke tempat ini setelah sholat 'Ashar dan aku dalam keadaan jaga. Aku sedang duduk di atas sajadah, tiba-tiba Sayidina Al-Faqîh Al-Muqoddam datang diapit dua orang lain.

Salah seorang di antara mereka berkata, “Kenalkah kau orang ini?” katanya seraya menunjuk orang yang di tengah. “Tidak,” jawabku. “Beliau adalah kakekmu, Sayidina Al-Faqîh Al-Muqoddam,” kata orang itu. Semoga Allah meridhoi mereka semua dan memberi kita manfaat di dunia dan akhirat berkat mereka.

Sayidina Al-Ârifbillâh, Nûruddîn, Imâmul Muttaqîn, Ali bin Muhammad Al-Habsyi dalam kalam beliau berkata, “Ahwâl kaum arifin tidak bisa dijangkau akal manusia. Diperlukan iman dan kepasrahan (taslîm) untuk mempercayainya. Dan kami mempercayai dan membenarkannya.

Imam Abu Qasim Al-Junaid. ra berkata: ‘Membenarkan pengetahuan kami merupakan kewalian yang kecil.’ Kami beriman kepada Allah dan segala sesuatu yang datang dari-Nya, dan dari Rasul-Nya saw serta keistimewaan-keistimewaan yang diberikan Allah kepada para wali-Nya. Semoga Allah tidak mengharamkan segala kebaikan yang ada di sisi-Nya karena keburukan kami. Kami hanya dapat berkata, “Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukannya jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan p**a jalannya orang-orang yang sesat.”

Beliau adalah seorang yang ghirahnya begitu tinggi dalam mengikuti jalan, atribut dan akhlak keluarga dan Salafnya Saadah Bani Alawi. Majlis beliau senantiasa penuh dengan mudzakarah dan irsyad menuju jalan para pendahulunya. Majlis beliau tak pernah kosong dari pembacaan kitab-kitab mereka. Inilah perhatian beliau untuk tetap menjaga thoriqah salafnya dan berusaha berjalan diatas... qadaman ala qadamin bi jiddin auza'i.

Itulah yang beliau lakukan semasa hayatnya, mengajak manusia kepada kebesaran Ilahi. Waktu demi waktu berganti, sampai kepada suatu waktu dimana Allah memanggilnya. Disaat terakhir dari akhir hayatnya, beliau melakukan puasa selama 15 hari, dan setelah itu beliau pun menghadap ke haribaan Ilahi. Beliau wafat pada tahun 1376 H pada usia 91 tahun. Jasad beliau disemayamkan di sebelah masjid Jami, Gresik.

Walaupun beliau sudah berp**ang ke rahmatillah, kalam-kalam beliau masih terdengar dan membekas di hati para pendengarnya. Akhlak-akhlak beliau masih menggoreskan kesan mendalam di mata orang-orang yang melihatnya.

Hal-ihwal beliau masih mengukir keindahan iman di kehidupan para pecintanya. Semoga shalawatnya merupakan wasilah kita kepada beliau ra. untuk wushul , sampai kehadirat Rabbul ’izzati Allah Azza Wa Jalla. Radhiyallahu anhu wa ardhah... Allahumma Aamiin

REFERENSI:
1. Manaqib Al-Habib Al-Quthub Abu bakar bin Muhammad Assegaf.
2. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya, Muhammad Syamsu Assegaf.

20/06/2022

Simtudduror Dan Ulama Nusantara

Ayahanda Al Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi Muallif Simtudduror adalah beliau, Habib Muhammad Bin Husein Al Habsyi. Beliau adalah seorang M***i Syafi’iyyah di Kota Makkah sejak tahun 1270 H, menggantikan Syaikh Ahmad Dimyathi yang wafat.

Setelah kewafatan Habib Muhammad Bin Husein Al Habsyi, jabatan M***i dipegang oleh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.

Diantara ulama Indonesia yang sempat berguru kepada Habib Muhammad Bin Husein Al Habsyi ialah Syaikh Arsyad Thawil Banten, Jawa Barat. Beliau juga berguru kepada putra Habib Muhammad, yang berarti kakak dari Shohibul Maulid, yakni Al-Muhaddits Al Habib Husain Bin Muhammad Bin Husein Al Habsyi.

Syaikh Mahfuzh Termas dan
Hadlrotussyaikh Hasyim Asy’ari juga
belajar Hadits kepada Al-Muhaddits Al Habib Husein Bin Muhammad Bin
Husein Al Habsyi, yaitu saudara
kepada Habib ‘Ali Al-Habsyi Shohibul
Maulid.

Diceritakan suatu ketika dimasa hidup Habib Alwi Bin Ali Al Habsyi putra Shohibul Maulid yang dimakamkan di Solo, beliau pernah didatangi oleh Hadrotus Syaikh Kyai Hasyim Asy'ari dalam perjalanannya dari Jombang menuju Tegal mampir ke Solo untuk menemui Habib Alwi dengan niatan menyambung Silaturahmi.

Dalam pertemuan tersebut beliau banyak bercerita tentang pengalaman beliau menjadi Murid Habib Husein kakak dari Habib Ali Shohibul Maulid yang berarti adalah Paman dari Habib Alwi.

Dikisahkan itu oleh Al Habib Muhammad Anis Bin Alwi Al Habsyi
Solo.

Kemudian banyak p**a Ulama yang
berguru kepada para murid Habib Ali
yang ada di Seantero Nusantara.
Misalnya Ulama yang ada disekitar
Pasuruan seperti Kyai Ahmad Qusyairi dan Kyai Ali Murtadho berguru kepada Habib Alwi Bin Seggaf Assegaf.

Kyai Abdul Hamid berguru kepada Habib Ja'far Bin Syaikhon Assegaf.

Semoga kita senantiasa mendapat Ridlo dari Allah, Syafaat dari Rasullullah, Karomah para Waliyullah, Barokah para Kiai dan Habaib serta wasilah doa orang tua kita. Alfatihah

26/11/2021
26/11/2021

Kramat Habib Salim bin Toha Al Haddad.

Keseharian amal ibadah Habib Salim, yang selalu terliputi oleh perasaan penuh ketenangan dan ketawadhu’an, membekas kuat dalam kepribadiannya yang sangat tenang, rendah hati, dan senang membantu memenuhi hajat orang lain.

Era tahun 70-an, di Jakarta ada seorang tokoh ulama yang cukup disegani, terutama di sekitar wilayah Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ulama itu, Habib Salim bin Thaha Al-Haddad, kini telah tiada, meninggalkan kenangan yang mendalam bagi masyarakat Kalibata.

Sejak kecil, telah tampak perbedaan dalam sikap hidup Habib Salim dibandingkan kawan-kawan sepermainannya. la sudah senang mengenakan pakaian sunnah Nabi SAW, berupa baju gamis. la juga dikenal sebagai anak yang sangat berbakti kepada orangtua.

Dalam usia yang masih belia, ia dibawa ke Hadhramaut oleh ayahandanya. Di sana, ia belajar dengan banyak ulama. Di antara gurunya adalah Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri. Pada masa mudanya, beberapa kali ia p**ang pergi Jakarta-Hadhramaut. Di negeri leluhumya itu, banyak sanak familinya yang tinggal di Desa Al-Hawi.

Dekat dengan Ulama Sepuh

Di Jakarta, sep**angnya dari Hadhramaut, ia tetap berguru kepada para habib di Jakarta. Di antara guru-gurunya di Jakarta adalah Habib Ali bin Abdurrahman AI-Habsyi, Kwitang, dan Habib Ali bin Husain AI-Aththas, Cikini. la selalu melazimi majelis-majelis kedua gurunya itu, hingga akhir hayat kedua gurunya tersebut. Selama ia tinggal di Jakarta, majelis ta’lim hari Ahad pagi di Kwitang, yang diasuh oleh Habib Ali bin Abdurrahman AI-Habsyi, adalah majelis yang tidak pernah dilewatkannya. Sekalipun dirinya seorang ulama yang sudah dikenal banyak orang, ia selalu ingin menempatkan dirinya sebagai murid bagi para habib besar saat itu, terutama kepada Habib Ali bin Abdurrahman AI-Habsyi.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Makassar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address

Kalibata City
Makassar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Karomah Habaib posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Subscribe

We will notify you when anything happens in Makassar.