mala_ceaven
Jadilah diri sendiri❤️
04/08/2026
Suamiku pikir aku diam karena sa dar diri sebagai istri. Tapi salah, aku diam karena rasaku sudah ma ti.
Hari itu, saat aku berhenti peduli padanya, dan memutuskan untuk pergi. Ternyata dia malah ...
(10)
"Klara?"
"Ya?" sahutku tanpa mendongak dari tablet.
Dirga mengernyit. Dia berjalan mendekat, berdiri tepat di depanku hingga bayangannya menutupi cahaya lampu. "Ara mana? Dia sudah pulang dari tempat Santika?"
"Belum. Katanya mau makan malam lagi di sana."
"Kamu nggak protes? Nggak ma rah-ma rah kayak biasanya?" Dirga bertanya dengan nada suara yang terdengar... penasaran? Atau mungkin dia merasa kehilangan perhatianku?
"Untuk apa? Kamu bilang aku harus sadar posisi, kan? Ya sudah, aku sadar sekarang. Kalau Ara bahagia di sana, silakan saja."
Dirga terdiam. Dia menatapku lama, seolah sedang mencari-cari kebohongan di wajahku. "Kamu... kenapa mendadak jadi begini? Kamu sakit?"
"Aku sehat. Sangat sehat." Aku menutup tabletku dan berdiri. "Oya, besok-besok kalau mau bawa Santika masuk ke ka mar utama juga nggak apa-apa. Aku nggak akan protes lagi. Aku sudah capek jadi ant agonis di drama kalian."
Aku melangkah melewatinya begitu saja menuju ka mar tamu, bukan ka mar utama kami. Aku bisa merasakan tatapan bingung Dirga menusuk punggungku, tapi aku tidak peduli.
*
Hari ketiga. Inilah hari yang kutentukan.
Sore hari, ru mah sedang sepi. Dirga pergi menjemput Santika dan Ara untuk menghadiri acara pameran seni. Mereka benar-benar sudah seperti satu paket keluarga bahagia yang utuh. Tanpa aku.
Aku masuk ke kam ar, mengambil satu koper besar yang sudah kusembunyikan di balik lemari. Di dalamnya hanya ada baju-baju yang kubeli dengan uanngku sendiri di London, laptop, dan dokumen penting. Aku tidak membawa satu pun barang pemberian Dirga. Perhi asan, tas bermerek, atau baju mahal pemberian ibunya—semuanya kutinggalkan tertata rapi di atas tempat tidur dengan sebuah nota kecil di atasnya. Terima kasih untuk sembilan tahun 'pengasingan' yang berharga.
Ketika baru ke luar dari ka mar tamu, ponselku bergetar. Pesan dari Vito. "Aku sudah di depan pagar. Mobil Hitam. Plat nomor rahasia."
Aku menyeret koper, melangkah mantap. Bi Minah, asisten ru mah tangga senior di sana, menatapku dengan heran. "Non Klara mau ke mana bawa koper besar begitu? Pak Dirga tahu?"
"Bilang saja ke Pak Dirga, Bi... burungnya sudah belajar terbang. Dia nggak butuh sangkar emas lagi." Aku tersenyum tulus pada Bi Minah. "Jaga kesehatan ya, Bi."
Aku melangkah ke luar pintu utama. Matahari sore yang kemerahan menyambutku. Sebuah mobil SUV hitam mewah sudah menunggu di depan pagar yang terbuka otomatis. Vito turun dari mobil, dia mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung sampai siku. Gagah dan penuh wibawa.
"Sudah siap?" Vito mengambil alih koper besarku.
"Lebih dari siap, Vit."
Vito membukakan pintu untukku. Saat aku duduk di kursi penumpang, aku melihat ke arah jendela lantai dua, kam ar Ara. Hatiku sempat berdenyut perih.
"Kita berangkat sekarang?" Vito sudah duduk di balik kursi kemudi.
"Jalan, Vit!"
Mobil melaju menjauhi gerbang rum ah Atmaja. Di saat yang bersamaan, aku melihat mobil Dirga masuk dari arah berlawanan di persimpangan jalan. Aku bisa melihat sekilas dari balik kaca film mobil yang gelap; di sana ada Dirga yang sedang tertawa, Santika yang bersandar di bahunya, dan Ara yang duduk di pangkuan Santika sambil menunjukkan mainan baru.
Mereka tertawa lebar, sangat bahagia, seolah-olah keberadaanku di dunia ini memang tidak pernah ada artinya.
"Klara?" Vito memanggilku pelan, seolah tahu apa yang sedang kupikirkan.
"Ya?"
"Malam ini, aku akan rilis data pertama ke bursa saham. Siap melihat pertunjukannya?"
Aku menyandarkan kepalaku di sandaran kursi, menatap jalanan kota yang mulai macet. Sebuah senyum sinis tersungging di bibirku.
"Jangan cuma bursa saham, Vit. Han cu rkan reput asi Santika juga. Aku mau Dirga sadar, bahwa wanita yang dia banggakan itu adalah bo m waktu yang sudah aku aktifkan."
BERSAMBUNG ...
Esklusif di KBM.
Judul: Mengembalikan Harg a Diri
Penulis: Ceaven
Judul; Mengembalikan Har ga Diri
Penulis; Ceaven
Esklusif di KBM.
Judul; Pes ona Ga dis Panti
Penulis; Ceaven
Esklusif di KBM.
Judul: Wanita Lumpuh Kaya Raya Itu Istriku
Penulis; Ceaven
Eksklusif di kbm.
Judul: Dear Mas Yudha
Penulis: Ceaven
Click here to claim your Sponsored Listing.
Website
Address
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when mala_ceaven posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.